Selasa, 12 Agustus 2008

SAYAP YANG TAK AKAN PERNAH PATAH

oleh : Anis Matta, Lc

Mari kita bicara tentang orang-orang yang patah hati. Atau kasihnya tak
sampai, atau cintanya tertolak.
Seperti sayap-sayap Gibran yang patah.
Atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal
Vanderwicjk tenggelam.
Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka
‘majnun’, lalu mati.
Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang
cintamu sendiri, yang kandas ditempa takdir, atau layu tak berbalas.

Itu cerita cinta yang digali dari mata air air mata. Dunia tidak merah
jambu disana.
Hanya ada Qais yang telah majnun dan meratap di tengah
gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung.=
Oh burung, adakah yang mau meminjamkan sayap.
Aku ingin terbang menjemput sang kekasih hati.

Mari kita ikut berbelasungkawa untuk mereka. Mereka orang-orang baik
yang perlu dikasihani.
Atau, jika mereka adalah kamu sendiri, maka
terimalah ucapan belasungkawaku, dan belajarlah mengasihani dirimu
sendiri.
Di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah. Kasih
selalu sampai disana.
"Apabila ada cinta dihati yang satu, pastilah ada
cinta di hati yang lain,” kata Rumi, “Sebab tangan yang satu tak kan
bisa bertepuk tanpa tangan yang lain”. Mungkin Rumi bercerita tentang
apa yang seharusnya. Sementara kita menyaksikan fakta lain.

Kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah, maka cinta yang lain
hanya upaya menunjukkan cinta pada-Nya, pengejawantahan ibadah hati
yang paling hakiki yaitu : Selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya
membahagiakan orang-orang yang kita cintai.
Dalam makna memberi itu
posisi kita sangat kuat. Kita tak perlu kecewa atau terhina dengan
penolakan, atau lemah atau melankolik saat kasih kandas karena
takdir-Nya. Sebab disini kita justru sedang melakukan sebuah “pekerjaan
jiwa” yang besar dan agung: mencintai.
Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta tertolak, yang
sesungguhnya terjadi hanyalah “kesempatan memberi” yang lewat. Hanya
itu.
Setiap saat kesempatan semacam itu dapat terulang. Selama kita
memiliki cinta, memiliki “sesuatu” yang dapat kita berikan, maka
persoalan penolakan atau ketidaksampaian, jadi tidak relevan. Ini hanya
murni masalah waktu.

Para pecinta sejati selamanya hanya bertanya:
“Apakah yang akan kuberikan?” Tentang kepada “siapa” sesuatu itu
diberikan, itu menjadi sekunder.
Jadi tidak hanya patah atau hancur karena lemah. Kita lemah karena
posisi jiwa kita salah.
Seperti ini: kita mencintai seseorang, lalu
kita menggantungkan harapan kebahagiaan hidup dengan hidup bersamanya!
Maka ketika dia menolak untuk hidup bersama, itu lantas menjadi sumber
kesengsaraan. Kita menderita bukan karena kita mencintai. Tapi karena
kita menggantungkan sumber kebahagiaan kita pada kenyataan bahwa orang
lain mencintai kita.

Rabu, 06 Agustus 2008

Detik - detik Penentuan

Bidadariku,
Namamu tak terukir
Dalam catatan harianku
Asal usulmu tak hadir
Dalam diskusi kehidupanku
Wajah wujudmu tak terlukis
Dalam sketsa mimpi-mimpiku
Indah suaramu tak terekam
Dalam pita batinku
Namun kau hidup mengaliri
Pori-pori cinta dan semangatku Sebab

Kau adalah hadiah agung
Dari Tuhan Untukku

Bidadariku
Seorang perempuan shalihah yang akan jadi bidadariku,
yang akan aku cintai sepenuh hati dalam hidup dan mati,
yang akan aku harapkan jadi teman perjuangan merenda masa depan,
dan menapaki jalan Ilahi, siapakah itu?
Aku tak tahu.
Ia masih berada dalam alam ghaib yang belum dibukakan oleh Tuhan untukku.
Jika waktunya tiba semuanya akan terang.
Hadiah agung dari Tuhan itu akan datang.

(diambil dari Novel Ayat-ayat Cinta Karya Habiburrahman el Shirazy)

Pertama Mengkhitbah Akhwat

"Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya doakan semoga akhi menemukan pasangan lain yang lebih baik dari saya".

Bagaimana rasanya bila kalimat di atas dialami oleh para ikhwan? Bisa saja langit terasa runtuh, hati berkeping-keping. Sang pujaan hati yang kita harapkan menjadi teman setia dalam mengarungi perjalanan hidup menampik khitbah kita. Segala asa yang pernah coba ditambatkan akhirnya karam. Cinta suci sang ikhwan bertepuk sebelah tangan.

Ya drama kehidupan menuju maghligai pelaminan memang beragam. Ada yang menjalaninya dengan smooth, amat mulus, tapi ada yang berliku penuh onak duri, bahkan ada yang pupus ditengah perjalanan karena cintanya tak bertaut dalam maghligai pernikahan.

Ini bukan saja dialami oleh para ikhwan, kaum akhwat pun bisa mengalaminya. Bedanya, para ikhwan mengalami secara langsung karena posisi mereka sebagai subyek/pelaku aktif dalam proses melamar. Sehingga getirnya kegagalan cinta seandainya memang terasa getir langsung terasa. Sedangkan kaum akhwat perasaanya lebih aman tersembunyi karena mereka umumnya berposisi pasif, menunggu pinangan. Tapi manakala sang ikhwan yang didamba memilih berlabuh dihati yang lain kekecewaan juga merebak dihati mereka.

Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka, maka ikhwan dan akhwat, persiapkanlah diri sebaik-baiknya, ada beberapa langkah yang bisa diambil:

Percayai pada Qada-Nya

Manusia tidak suka dengan penolakan. Ia ingin semua keinginannya selalu terpenuhi. Padahal ditolak adalah salah satu bagian dari kehidupan kita. Kata seorang kawan, hidup itu adakalanya tidak bisa memilih. Perkataan itu benar adanya, cobalah kita renungkan, kita lahir kedunia ini tanpa ada pilihan; terlahir sebagai seorang pria atau wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dsb. Demikian pula rezeki dan jodoh adalah hal yang berada di luar pilihan kita. Man propose, god dispose. Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar, tapi Allah jua yang menentukan.

Bersiap untuk diterima atau ditolak

Hanya ada 2 kemungkinan ketika kita mengkhitbah akhwat, yaitu diterima/ditolak. Jadi kita harus siap dengan 2 kemungkinan tersebut. Selama ini banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa kecewa. Dan ketika impian itu berakhir kita seperti terhempas. Tidak percaya bahwa itu bisa terjadi, ada akhwat yang ‘berani’ menolak pinangan kita. Akhi dan ukhti, jangan biarkan angan-angan membuai kita dan membuat diri menjadi panjang angan-angan. Sadarilah semakin tinggi angan membuai kita, semakin sakit manakala tak tergapai dan akhirnya terjatuh.

“Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka hal itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim)

Ditolak bukan aib lho

Ditolak?? Emang enak! Wah, mungkin demikian pikiran sebagian ikhwan. Malu, kesal dan kecewa menjadi satu. Tapi itulah bentuk ‘perjuangan’ menuju pernikahan. Kita tidak akan pernah tahu apakah sang pujaan menerima atau menolak kita, kecuali setelah mengajukan pinangan padanya. Manakala ditolak tidak usah malu, bukan cuma kita yang pernah ditolak, banyak ikhwan yang ‘senasib’ dan ‘sependeritaan’. Bukankah apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar? Mengapa mesti malu.

Hargai keputusannya

Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan keburukan pada akwat yang menolak kita? Itu bukan sikap seorang muslim yang baik. Tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk jatuh cinta maupun menolak cinta. Sebagaimana kita punya hak untuk mencintai dan melamar orang, maka ada pula hak yang diberikan agama pada orang lain untuk menolak pinangan kita. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga pun seorang suami dan istri diberikan hak oleh Allah SWT untuk membatalkan sebuah ikatan pernikahan.

Cinta membutuhkan waktu

Maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu jawaban ukhti dalam waktu 1 X 24 jam!” Masya Allah, cinta bukanlah martabak telor yang bisa di tunggu waktu matangnya. Ia berproses, apalagi berbicara rumah tangga, pastinya banyak pertimbangan- pertimbangan yang harus dipikirkan. Ada unsur keluarga yang harus berperan. Selain juga ada pilihan-pilihan yang mungkin bisa diambil. Biarkanlah ia berpikir dengan jernih sampai akhirnya ia melahirkan keputusan.

Jangan ke-ge-er-an

Percaya diri itu harus, tapi overselfconfidence adalah kesalahan. Jangan terlalu percaya diri akhi bahwa lamaran antum diterima. Jangan juga terlalu yakin ukhti, bahwa sang pujaan akan datang ke rumah anti. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan berjodohan tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan karena ukhti cantik maka para ikhwan menyukai ukhti. Juga bukan karena akhi seorang aktivis dakwah lalu setiap akhwat mendambakannya. Intinya ‘jangan ke-ge-er-an’ dengan segala title dan atribut yang melekat pada diri kita.

Beri cinta kesempatan (lagi)

“…….dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” ( QS. Yusuf[12]:87 )

Bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan hati wajar adanya. Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah berumah tangga. Dunia ini luas, demikian pula dengan orang-orang yang mencintai kita. Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, insyaAllah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya . Cinta juga berproses. Ia membutuhkan waktu. Ia bisa datang dengan cepat tak terduga atau mungkin datang dengan lambat. Beri kesempatan diri kita untuk kembali merasakan kehangatan cinta.

Jika melamar kepada kalian seseorang yang kalian ridho agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila kalian tidak melakukannya maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang nyata” (HR. Turmudzi)

“Wanita dinikahi karena satu dari tiga hal; dinikahi karena hartanya, dinikahi karena kecantikannya, dinikahi karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama dan akhlak (mulia) niscaya selamat dirimu.” (HR.Ahmad)

Sumber: http://rumahkusurgaku.com (dengan beberapa pengurangan)

Senin, 04 Agustus 2008

Pada-Mu ...

PadaMu...
Kutitipkan secuil asa
Kau berikan selaksa bahagia

PadaMu...
Kuharapkan setetes embun cinta
Kau limpahkan samudera cinta

Allah. Allah. Allah.
Aku ingin Allah.
Allah. Allah. Allah.
Aku rindu Allah.
Allah. Allah. Allah.
Aku cinta Allah.
Allah. Allah. Allah
Allah.
Allah.
Allah.
Allah.
Allah.
Allah. Allah. Allah.
CahayaMu Allah.
Allah. Allah. Allah.
SenyumMu Allah.
Allah. Allah. Allah.
BelaianMu Allah.
Allah. Allah. Allah.
CiumanMu Allah.
Allah. Allah. Allah.
CintaMu Allah.
Allah.
Surgamu Allah.
Allah.
Surgamu Allah.
Allah.
Surgamu Allah. Surgamu
Allah.
Surgamu Allah.
Surgamu Allah.
Allah. Allah.Allah.
Allah.
Allah.
Allah.

(Dialog antara Fahri dan Maria, diambil dari Novel Ayat-ayat Cinta Karya Habiburrahman el Shirazy)

Ungkapan Hati Seorang Ikhwan

Kepada YTH
Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya

Di tempat

Assalamu'alaikum Wr Wb
Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.

Saya, yang bernama ...... menginginkan anda ...... untuk menjadi istri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Saat ini saya punya pekerjaan. Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anakku kelak.
Saya memang masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan ngontrak selamannya. Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan. Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya.
Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja. Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik.
Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda. Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari saat ini.

Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Jzkh untuk teman2 di BPOM Pusat. Banyak ilmu dan insiprasi yang bisa ana dapat. Syukron kattsir..

Minggu, 03 Agustus 2008

Surat Terbuka untuk para Akhwat

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Inilah Goresan pena, dari seorang lelaki yang mendambakan wanita yang sholehah.”

Cinta persoalan yang tidak pernah habis menjadi bahan perbincangan. Setiap orang pernah merasakannya, karena memang cinta merupakan anugerah yang telah diberikan-Nya.
Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya “Raudhah Al Muhibbin Wa Nuzhah AlMusytaqim” yang arinya Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu.Mengatakan Bahwa seakan-akan orang yang mencinta itu telah mantap hatinya terhadap orang yang dicintai dan tidak terbetik untuk beralih darinya. Sekalipun cinta sangat bebas dibicarakan, tapi untuk mengekspresikan cinta tetaplah mesti dengan aturan. Cinta bukanlah sebuah ulasan dan ungkapan, tapi cinta merupakan bagian dari kebesaran Allah Ta’ala, kita tinggal menjalaninya sesuai dengan syariat.Cinta bukanlah emas atau berlian yang bisa ditimang-timang kemudian diukur-ukur persentase karatnya.Namun,cinta ialah sebentuk perasaan yang tumbuh dari dalam hati kedua manusia yang tidak tergantikan.Hak seseorang untuk mencintai atau tidak mencintai, karena cinta bukanlah sesuatu yang dipaksakan. Tak jadi soal cinta tumbuh di awal,ditengah,bahkan dibelakang hari.
Sejatinya, keberadaan cinta semata-mata murni ditujukan untuk ibadah, dan berharap ganjaran dari-Nya. Cinta itu anugerah,kita tak pernah tahu, kepada siapa nantinya kita akan pautkan hati,dan mengatakan,”Aku jatuh Cinta”.

Wahai Ukhti….., renungkanlah hal ini…..
Kebahagiaan tetaplah rahasia Ilahi, meskipun ‘sejuta manusia’ menggapai langit dan menggali bumi, demi kebahagiaan sejati.
Keyakinan terhadap takdir, menjunjung manusia ke arah ketabahan, kepasrahan dan keteduhan hati.
Keihlasan, bak mutiara terpendam, menyorotkan cahaya pasrah, menyambut keridhoan ilahi.
Peneladanan terhadapmu, wahai Nabiku, seringkali menggeser segala kesukaan kami terhadap segenap penghuni bumi. Itulah sebabnya, kehambaan kami bertahan hingga kini.
Saudari muslimah, berbahagialah dengan takdirmu, niscaya keabadian menghampirimu dengan segala keindahannya.
Saudari muslimah, berbahagialah dengan keislamanmu, niscaya surga dunia, juga surga akherat, berkenan menyambutmu…Wahai Ukhti….., pikirkanlah hal ini…..Ukhti…Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho tuhanmu, bahkan bisa jadi kerudung besarmu hanya akan di jadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan, jangan sampai ya ukhti……….Ukhti…tertutupnya tubuhmu Tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu bahkan diri anti sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa di sadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manis mu. jangan sampai ya ukhti……….Ukhti…lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih dari pada itu, tapi akankah kelembutan suara anti sama dengan lembutnya kasihmu pada sauadaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih sayangmuUkhti…lembutnya Parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat penderitaan orang lain, akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan orang lain.Ukhti…Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah malam-malammu di lewati dengan rasa rindu menuju tuhanmu dengan bangun di tengah malam dan di temani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu di selimuti dengan tebalnya selimut setan dan di nina bobokan dengan mimpi-mimpi dunia bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.Ukhti…Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa, mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang anti dapatkan, ataukah anti tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu maksiatUkhti…cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan diri anti sendiri, pernahkah anti menyadari bahwa kecantikan yang anti punya hanya tiitpan ketika muda, apakah sudah tujuh puluh tahun kedepan anti masih terlihat cantik.Ukhti…tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan semangatmu untuk berani menundukan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang akan anti hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu,Ukhti…lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang senang bermaksiat, coba anti perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman, saudara bahkan keluarga anti sendiri belum merasakan manisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang anti rasakan, bisa jadi salah satu dari kleuargamu masih gemar bermaksiat, sanggupkah anti menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemulyaan islamUkhti…tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang kholikmu, anti adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul di jaga olehmu, banyak cara yang harus anti lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba….Ukhti…Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keluargamu sendiri, masih kah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan seperti riya dan ujub, pernahkah anti membanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telah di raih dan merasa diri paling wah, merasa diri paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas di tas rata-rasat akhwat yang lain, sekeras itukah haitmu, lalu di manakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamuUkhti…rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infakmu ke mesjid atau mushola, sadarkah anti kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terliat kosong dan menghawatirkan, tidakkah anti memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang anti masukan, maukah anti di beri rizki sepelit itu.Ukhti…rutinnya ta’limmu tidak menjamin serutin puasa sunah senin kamis yang anti laksanakan , kejujuran hati tidak bisa di bohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untuk di laksankan tapi, semangat ruhani tanpa di sadari turun drastis, puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin kamis yang di rasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati anti, makanan fisik yang anti pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang giziUkhti…manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang anti lewati, sikap ramahmu pada orang anti temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuex dan menyebalkan, kalau itu kenyataanya bagaiamana orang lain akan simpati terhadap dakwah kita., ingat!!! Dakwah tidak memerlukan anti tapi… antilah yang memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwahUkhti…rajinnya shalat malammu tidak menjamin keistiqomahan seperti rosulullah sebagai panutanmu,Ukhti…ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang kholikmu, masihkah anti senang bermanjaan dengan tuhanmu dengan shalat duhamu, shalat malammu?Ukhti…dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah nama harummu di sia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah anti ketika sang ikhwan akan segara menghampirimuUkhti…masih ingatkah anti terhadap pepatah yang masih teringiang sampai saat ini bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang ikhwan akan menjemputmu di pelaminan hijaumuUkhti…Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga rabbmu. maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimuUkhti…muhasabah yang anti lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan sikap anti yang di lakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum tidur, anti tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat yang baik hanya akan mendapatkan ikhwah yang baikUkhti…pernahkah anti bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yang anti pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang solehah, kenapa tidak dari sekarang anti mempersiapkan diri menjadi seorang yang solehahUkhti…apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri anti, seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang tidak karuan dan hanya akan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa Bantu 0rang tua, kapan akan menjadi anak yang biruwalidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan, mulai kapan anti akan mendapat gelar akhwat solehah,Ukhti… hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah anti menjaga izzah yang anti punya, atau sebaliknya anti bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang lain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi di sama ratakan antara akhwat yang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo anti sendiri membuat kekeliruan dalam akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lainUkhti…dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan istri yang solehah, siapkah anti sekarang menjadi istri solehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang.
Mohon maaf apabila goresan penaku menyakiti sebagian atau bahkan semua akhwat yang dalam proses menuju kesholehan.Goresan Pena dari seorang lelaki yang mendambakan akhwat sholehah dan mengharapkan ampunan dari Allah Subhanallahu wata’aala, karena dosa-dosaku. Al Faqir Ilallah.

R E F L E K S I D I R I

By. Akh Ludfiono

Hadirkan!! Hadirkan satu peristiwa bahagia yang pernah anda rasakan. Hadirkan satu peristiwa bahagia yang pernah anda alami dalam hidup anda.

Sekarang hadirkan wajah ayah anda dan ibu anda!!
Seorang yang luar biasa membina anda, seorang yang luar biasa bersama-sama anda, berkorban untuk anda, seorang yang sangat luar biasa mencintai anda. Hadirkan ayah dan ibu anda sekarang, seorang yang luar biasa dengan menunggui anda ketika anda sakit.
Seorang ibu yang sangat mencintai dengan melahirkan, menyusui dan berkorban besar untuk anda, hadirkan wajahnya sekarang.

Sekarang hadirkan wajah ayah anda, seorang yang telah luar biasa pergi pagi sampai malam baru pulang mencari rizki untuk keluarga, untuk makan anda, untuk sekolah dan memuliakan anda.

Hadirkan.. Mereka sedang menuju kemari, ingin melihat apa yang anda lakukan disini.
Dan, sekarang mereka ada di depan anda, meratap anda dengan penuh kasih sayang, mengharapkan anda dengan penuh harap.
Seorang ayah maju kedepan, mendekap anda, menciumi anda, mengelus rambut anda dan dia berbicara dengan penuh kasih sayang kepada anda.

“Nak!! Ayah kini sudah semakin tua nak, ayah sudah tidak sekuat dulu lagi nak!! Rambut ayah sudah semakin memutih nak!! Jika suatu hari nanti engkau melihat ayahmu terbujur kaku di depanmu, sudah meihat ayahmu tanpa nyawa lagi nak!! Maka aku titipkan ibu dan adik-adikmu padamu nak!! Jaga mereka nak!!

Nak!! Ayah ingin kau bisa mewujudkan cita-cita ayah nak, untuk memutuskan garis kemiskinan, kebodohan dan keterlantaran keluarga ini. Tunjukan pada semua orang bahwa kau bisa mejadi wakil ayah untuk membuat keluarga ini mulia dan bahagia.

Kemudian majulah ibu anda, seorang ibu yang mendekap anda, seorang ibu yang menciumi anda, kemudian dia berbicara pada anda :

Nak!! Ibu sangat mencintaimu nak, ibu sangat mengharapkanmu menjadi orang yang berhasil. Ya Allah jangan kau ambil nyawaku sebelum aku melihat anaku menjadi orang yang mandiri dan sukses. Sebelum aku bisa mendampingi wisudanya suatu hari nanti, sebelum aku mampu mendampingi kesuksesan-kesuksesan yang dia raih.

Sekarang apa yang anda ingin persembahkan untuk mereka sebelum mereka terbujur kaku di depan anda. Sebelum anda menyaksikan mereka disholatkan oleh orang-orang di sekitar anda. Sekarang apa yang ingin anda persembahkan untuk ayah dan ibu anda sebelum mereka dikuburkan dan dipendam dalam tanah.

Sekarang saya mengajak anda untuk berfikir secara cerdas, berfikir secara cerdas. Mengapa selama ini anda menghianati orang-orang yang mencintai anda dengan bermalas-malasan dan membuang waktu secara percuma. Kenapa anda tidak sungguh-sungguh dan banyak mengeluh padahal mereka masih anda di sekitar anda. Tidakah anda tahu? Suatu hari nanti, disaat buah sudah tidak lagi bermakna bagi mereka, disaat kehidupan sduah tidak lagi mereka perolah, maka penyesalan pasti akan hadir di depan anda.

Sekarang yang perlu anda rasakan adalah : anda tidak bisa menggantungkan ini kepada kakak dan adik anda, karena mereka belum tentu sepaham dengan anda, anda tidak bisa mewakilkan hal ini kepada kakak dan adik anda, karena mereka belum tentu bisa sekolah sebagaimana anda.

Hari ini saya ajak anda untuk bertekad secara kuat, hadirkan mimpi-mimpi dan keinginan anda yang kuat, buat bangga bapak ibu guru anda disini dengan anda. Buat mereka tercengang dengan perstasi-prestasi anda, buat mereka bangga dengan keberadaan anda, buat mereka tahu dan yakin bahwa anda tidak main-main disini. Anda adalah mutiara diatas batu, anda adalah manusia-manusia baru dan bangkitlah hari ini.. bangkitlah hari ini.. aku bisa!!!

“ya ayuhan nafsul mutmainah, irji’I ila rabbiki radiyatam Mardiayah, fadkhulli fii ibadii, wadkhuli jannati.”

“wahai jiwa yang tenang, masuklah kau sebagai hambaKu, masuklah kau kedalam surgaKu, masuklah kau sebagai orang-orang yang beruntung. Masuklah kau sebagai hambaKu masuklah ke dalam syurgaKu.”

Wahai adik-adik sekalian, wahai orang-orang yang memiliki cita-cita dan mimpi hari ini anda adalah orang yang menjadi pemain dan bukan penonton. Jangan biarkan mimpi anda dicuri orang lain karena mereka adalah bagian dari mimpi anda. Tunjukan bahwa anda adalah angkatan terbaik yang pernah dimiliki oleh sekolah ini. SMA ini akan merasa bangga jika menerima orang-orang yang memiliki mimpi-mimpi besar dalam hidupnya. Karena itulah hari ini di waktu yang tersisa ini, saya berikan kepada anda selama satu menit ke depan untuk memikirkan kembali apa cita-cita dan keinginan anda yang akan anda persembahkan untuk ayah dan ibu anda, kakak dan adik anda untuk semua yang berjasa dalam kehidupan anda. Hadirkan bapak ibu guru anda, teman-teman anda, dan semua orang yang terlibat dalam kebahagiaan anda.

Satu fase hidup telah anda lalui, yakni kesadaran diri anda secara emosional, bahwa anda adalah berharga. Satu fase kehidupan telah anda jalani bahwa anda benar-benar orang yang dihargai dan dicintai oleh orang-orang yang mencintai dan menghargai anda.
Satu penghidupan telah anda lalui, yang perlu anda lakukan adalah anda harus membuktikan harapan-harapan mereka, membuktikan cita-cita mereka, buat ayah ibu anda bangga, buat guru-guru anda bangga, semua orang yang ada disekitar anda melihat anda dengan takjub karena anda adalah orang yang bermakna.
Semoga hari ini, hati-hati yang futur, jiwa yang hilang, semangat yang lenyap muncul kembali, menjadi orang yang berani berubah . hadirkan sekali lagi cita-cita anda yang akan membuat ayah ibu anda bangga. Mereka melihat dengan tangan-tangan terbuka. Sekali lagi Allahu ma’ana. Allah bersama anda. Anda bersama zat yang serba Maha. Berdo’alah, Allah bersama anda.
Tekad yang kuat dan tujuan yang jelas, ambil potensi terbaik, jauhkan prasangka-prasangka negative, ambil manfaat di setiap kegagalan, mantapkan motivasi dengan motivasi yang mantap.

Ya Allah, Kami tahu, kami sadar, masalah-masalah yang kau berikan kepadaku justru membuatku besar, masalah yang membuatku mengeluh justru membuat aku lebih besar. Aku sadar ya Allah tidak ada orang yang naik kelas tanpa ujian dan tidak ada ujian tanpa soal yang harus dikerjakan. Karena itu ya Allah, Engkau berfirman, la yukallifullahu nafsan illa wus’aha, karena itu ya Allah berikan aku kesabaran, berikan aku ketabahan, berikan aku kelapangan hati dan ketajaman mata sehingga aku melampaui setiap masalah-masalah yang Engkau berikat dan aku yakin aku akan besar dengan masalah-masalah itu.
Ya Allah, kuatkanlah mentalku, kuatkanlah fisikku, kuatkan cita-citaku dan akan aku tunjukkan pada guru-guruku, pada orang yang melihatkku tidak punya potensi bahwa aku mampu maju terus pantang mundur meraih cita-citaku.
Ya Allah terima kasih kau berikan hal ini kepadaku, hari ini aku terlahir kembali menjadi manusia seutuhnya.

Allahumagfirli wali-walidaya warhamhuma kama rabbayani shagiro..
Allahumagfirli wali-walidaya warhamhuma kama rabbayani shagiro..
Allahumagfirli Ustadzi li ustadsah
Allahumagfirli muslimin wal muslimat.
Allahumagfirli abi wa umi kama robbayani shagiro.
Ya Allah hari ini aku percaya bahwa Engkau serba maha dihadapanKu.
Ya Allah hari ini aku percaya bahwa kehadiranku di SMA ini membuatku semakin yakin bahwa hari ini aku akan menjadi orang besar. Manusia-manusia baru ..

Berdo’alah…. Silahkan anda berdo’a..
Sekarang katakan dengan kekuatan yang luar biasa, kapalkan tangan kanan anda dan katakana dengan sepenuh hati :
AKU BISA, AKU BISA, AKU BISA.
ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR.
Sekarang buka mata anda dan duduklah…


Disampaikan pada Training Motivasi SMA N. 1 Gunung Sindur. Thanks to Akh Ludfi for his kindness.